AKSI NYATA
Modul 3.2.a.10
Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya
Yuni Astuti
Dewi Wulandari
CGP Angkatan
4 Kota Semarang
SMP Negeri
23 Semarang
Alhamdulillah, puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT yang dalam hal ini sudah sampai pada modul 3.2 yaitu Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya dalam keadaan sehat walafiat. Tidak lupa saya haturkan terima kasih kepada bapak M. Ali Mas’ud, S.Pd., M.Pd. sebagai Fasilitator dalam mendampingi pembelajaran di Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4 ini, serta bapak Nur Rahmat, S.Pd. selaku Pendamping Praktik saya dalam mendampingi praktik di lapangan. Saya mendapat kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan tentang pengelolaan sumber daya yang memanfaatkan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset. Kemudian saya pun mendapat kesempatan untuk menjalankan rancangan yang sudah dibuat pada tahap Koneksi Antarmateri. Selama menjalankan Aksi Nyata, saya mengambil tema :
A. Pengelolaan Aset Manusia, yaitu Guru.
Bagi saya, guru adalah garda terdepan demi suksesnya sebuah pembelajaran. Maka dengan melakukan upaya pemahaman dan penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap guru terlebih dahulu, diharapkan proses pembelajaran di kelas akan lebih memberikan dampak positif nyata dan berpihak pada murid.
B. Pengelolaan Aset Fisik, yaitu Membuat Ruang Peningkatan Mutu Guru dari Ruang Kosong,
C. Pengelolaan Aset Lingkungan, yaitu mengurangi Sampah Plastik di Sekolah
Berikut ini saya
lampirkan dokumentasi hasil dari proses yang terjadi, terutama pada
tahapan-tahapan yang saya anggap penting.
A. PENGELOLAAN ASET MANUSIA
1. SUPERVISI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI OLEH TANOTO FOUNDATION
Hari/ Tanggal : Kamis, 4 April 2022
Tempat : Ruang Kelas 9F
2. BERBAGI ILMU DI SMP NEGERI 7 SEMARANG
Hari/ Tanggal : Rabu, 27 April 2022
Tempat : Aula SMP Negeri 7 Semarang
MATERI BERBAGI ILMU:
1. Filosofi Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara
2. Budaya Positif
3. Coaching
4. Pembelajaran Berdiferensiasi
Tindak Lanjut Kegiatan Berbagi Ilmu :
Menjadi Pendamping Kandidat CGP SMP N 7 Semarang
Hari/ Tanggal : Rabu, 18 Mei 2022
Tempat
: Ruang Peningkatan Mutu Guru
ANGGOTA MGMG BAHASA INGGRIS :
1. Wahyu Megawati, S.Pd.,M.Pd.
2. Dwi Utami Nurul H., S.Pd.
3. Yuni Astuti D.W., S.Pd.,M.Pd.
MATERI DISKUSI :
1. Pemahaman dan Persamaan Persepsi tentang Pembelajaran Berdiferensiasi
2. Tayangan Video Pembelajaran Berdiferensiasi
3. Pembagian RPP untuk Praktik Pembelajaran Berdiferensiasi
4. Persiapan Agenda Praktik Lesson Study
Ketiga dokumentasi kegiatan
diatas adalah Aksi Nyata yang sudah saya lakukan dalam Praktik Pengelolaan Sumber
Daya Manusia, yaitu Guru, dengan tema utamanya adalah Pembelajaran
Berdiferensiasi.
Selanjutnya masih ada satu kegiatan lagi yang akan saya laksanakan yaitu Berbagi Ilmu Pembelajaran Berdiferensiasi dan pastinya Rangkuman Materi Modul 3 kepada rekan guru di sekolah saya sendiri, yaitu SMP Negeri 23 Semarang pada In House Training (IHT) yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022 di Wana Wisata Hutan Pinus Gonoharjo.
Menurut saya, Berbagi
Ilmu adalah suatu keharusan. Sebagai Calon Guru Penggerak Angkatan 4 yang
mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid, saya pun
juga ingin selalu bisa membekali ilmu dan pengetahuan yang saya peroleh di
Pendidikan Guru Penggerak ini kepada rekan sejawat saya agar nantinya
pendidikan, khususnya di sekolah tempat saya bekerja, akan maju dan mampu
melahirkan generasi penerus bangsa yang selamat, bahagia, dan berprofil Pelajar
Pancasila.
B. Pengelolaan Aset Fisik, yaitu Membuat Ruang Peningkatan Mutu Guru dari Ruang Kosong,
Aksi Nyata pada Pengelolaan Aset Fisik sudah saya publikasikan pada blog ini.
Berbekal kepedulian akan sebuah ruang kosong dan tidak terpakai, muncul ide untuk memanfaatkan dan menjadikannya berfungsi, sebagai Ruang Peningkatan Mutu Guru.
C. Pengelolaan Aset Lingkungan/Alam, yaitu mengurangi Sampah Plastik di Sekolah
Aksi Nyata jangka pendek berkaitan dengan Aset Lingkungan/ Alam adalah Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah
Kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab semua warga sekolah, dan Sekolah Adiwiyata tidak akan maksimal jika tidak ada kepedulian dari semua pihak.





.jpeg)



