Aksi Nyata Modul 3.1.a.10
Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran
Yuni Astuti Dewi Wulandari
CGP Angkatan 4 Kota Semarang
SMP Negeri 23 Semarang
Peristiwa (Fact)
Kita ketahui bahwa seorang pemimpin pembelajaran diharapkan mampu melakukan pengambilan keputusa berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran, mampu menyadari dan menggunakan prinsip moral dalam melakukan pengambilan keputusan dan mampu menerapkan strategi untuk menghindari adanya isu kode etik kepemimpinan sekolah dan konflik kepentingan. Pada modul 3.1 ini aksi nyata saya adalah “Mengubah Ruang Kosong di Sekolah menjadi Ruang Peningkatan Mutu Guru”. Sekolah tempat saya mengajar, SMP Negeri 23 Semarang, yang berada di kelurahan Wonolopo, kecamatan Mijen, kota Semarang, mempunyai lahan yang masih luas. Ada sebuah ruangan kosong dan kotor terbengkelai, persisnya di bawah tangga menuju laboratorium komputer, yang selama ini dijadikan tempat untuk meletakkan matras olahraga, kursi kayu sisa, dan kayu penanda kelas. Ruangan tersebut letaknya juga di dekat lapangan belakang. Pernah beberapa kali saya melewati ruangan tersebut dan merasa risih karena pemandangan yang tidak rapi atau bahasa Jawanya “umbruk-umbrukan” di ruangan tersebut.
Paradigma yang terjadi adalah Individu lawan Masyarakat (Individual vs Community), dimana saya berusaha dan berjuang mendapatkan dukungan warga di sekolah untuk mewujudkan ide itu. Kemudian prinsip yang saya ambil yaitu ‘Berpikir berbasis hasil Akhir (Ends-based Thinking). Saya mencoba menggunakan 9 langkah untuk pertimbangan bahan pengujian dan pengambilan keputusan yang akan diambil sehingga muncullah sebuah keputusan yang tepat yaitu mengubah ruangan kosong menjadi ruang peningkatan mutu guru.
Perasaan (Feelings)
Alhamdulillah,
saya merasa bangga dan senang menjadi peserta CGP Angkatan 4 Kota Semarang,
serta bersyukur mendapat banyak ilmu bermanfaat yang dapat mengubah paradigma
guru menjadi lebih baik dan selalu berpihak pada siswa. Terkait gagasan saya
itu, akhirnya ruangan kosong menjadi bersih setelah dibersihkan oleh petugas
kebersihan. Kemudian saya mengajak beberapa orang siswa kelas 9 untuk menata dan menghias
ruangan baru tersebut dengan hasil karya mereka, yaitu hasil praktik mapel Seni
Budaya dan Prakarya. Setelah ruangan benar-benar siap, maka saya posting informasi ruang baru ini di group WA guru dan karyawan SMP N 23 Semarang pada tanggal 6 April 2022. Banyak rekan sejawat yang merespon positif dan para siswa yang
akan menuju ruang laboratorium komputer di lantai atas pun merasa senang dengan
berfungsinya ruangan di bawah tangga tersebut, sehingga tidak terkesan kumuh,
sepi, singup, dan kotor tak terawat. Siapapun bisa menggunakan ruangan
tersebut. Bahkan guru yang akan melakukan Coaching atau pendampingan Lomba pun
juga bisa memanfaatkannya.
Pembelajaran (Findings)
Menjadi
pemimpin baik saat menjadi guru bagi siswa, atau menjadi kepala sekolah tidak
mudah, namun bisa dipelajari. Keputusan yang diambil pun akan memberikan dampak
positif bagi perkembangan dan tumbuhnya potensi diri para siswa. Berkomunikasi
pun ada dampaknya, apakah cara komunikasi agresif, pasif, atau asertif yang
akan kita gunakan. Yang paling pas adalah komunikasi asertif karena cara
berkomunikasi tersebut tetap menjaga hak-hak serta perasaan pihak lain.
Mengekspresikan diri dengan cara yang positif telah saya tunjukkan dengan
menyampaikan ide dan gagasan saya kepada rekan sejawat dan kepala sekolah, serta
dengan cara yang baik dan pendekatan personal tentang memfungsikan ruang kosong
menjadi ruang peningkatan mutu guru. Pada akhirnya rekan sejawat pun mulai memanfaatkan ruangan tersebut pada tanggal 8 April 2022. Tidak hanya itu, ruangan peningkatan mutu guru juga untuk kegiatan jangka panjang, seperti kegiatan MGMP
sekolah, literasi, forum diskusi guru, tindak lanjut supervisi, PKG dan PKB. Bahkan
ruangan baru tersebut bisa menjadi base camp komunitas praktisi untuk
mengembangkan diri. Saya pun terbuka terhadap kritikan dan saran dari mereka
untuk ke depannya. Tidak mudah memang, karena kita benar-benar berlatih
mengontrol ego kita demi kepentingan dan perasaan orang lain. Namun jika
dilakukan terus, maka kita akan terbiasa dengan komunikasi asertif yang akan
membangun kerjasama dan toleransi kepada orang lain.
Penerapan ke Depan (Future)
Saya
akan selalu berusaha mengedepankan nilai-nilai kebajikan dan membiasakan diri
untuk menerapkan prinsip pengambilan keputusan seorang pemimpin pembelajaran, mulai
dari hal kecil di dalam kelas saat pembelajaran, di lingkungan rekan sejawat,
hingga lingkungan masyarakat. Setelah melaksanakan aksi nyata memanfaatkan
ruang kosong untuk difungsikan menjadi ruang peningkatan mutu guru, kemudian tindak
lanjut ke depannya adalah saya sudah menghubungi beberapa rekan saya di
komunitas Yoga yang kebetulan menjadi dosen di beberapa Universitas di Semarang.
Saya menawarkan kerjasama dengan mereka untuk bisa melaksanakan Pengabdian
Masyarakat di sekolah tempat saya bekerja. Alhamdulillah, mereka pun memberi
respon positif dan siap berbagi ilmu dengan rekan guru. Saat pendampingan oleh
dosen dengan jumlah peserta 20 orang guru, maka kegiatan akan dilaksanakan di
ruang peningkatan mutu guru, namun jika peserta lebih dari 20 orang maka
kegiatan bisa dilaksanakan di ruang multimedia. Semoga dengan langkah kecil
ini, banyak rekan sejawat yang tergerak untuk terus belajar hal yang baru,
mengembangkan diri dan keilmuan, khususnya menyiapkan pembelajaran yang
berpihak pada siswa demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.







.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)



No comments:
Post a Comment